Tips Berbelanja Hardware PC

Berbelanja hardware baru memang memiliki kepuasan tersendiri bagi beberapa user, cukup dengan mendatangi toko komputer terdekat ataupun toko langganan, pilih langsung hardware yang diperlukan, sesuaikan dengan budget dikantong Anda, lihat langsung fisik dari barang yang akan dibeli, apabila cocok, langsung bungkus, bayar dan bawa pulang barang pilihan Anda tersebut. Tetapi tidak semua user bisa mengikuti SOP (prosedur) diatas, tentu saja karena satu permasalahan yang mendasar, yaitu “Uang yang masih belum cukup”. Dengan jumlah uang yang belum memenuhi angka nominal dari harga yang dibandrol ditoko tersebut, tentu saja logikanya Anda masih belum bisa membawa pulang barang yang Anda inginkan tersebut. Solusinya? Cari barang 2nd dari produk tersebut dengan harga yang dapat mendekati budget yang Anda miliki!
Saat ini sudah cukup banyak website maupun forum yang menyediakan fasilitas FJB alias Forum Jual Beli untuk para membernya melakukan aktifitas jual beli, cukup dengan meng-upload informasi dan gambar barang yang dijual tersebut. Kabar baiknya, karena feature FJB yang disediakan tersebut benar-benar gratis, maka para pedagang dapat menekan harga jualnya lebih murah dari harga toko karena mereka tidak perlu lagi membayar biaya sewa untuk toko dan lainnya. Karena topik yang kita bicarakan saat ini mengenai barang 2nd, maka yang perlu kita cari di FJB ini sebisa mungkin adalah user langsung yang ingin menjual barang yang bekas dipakainya, karena dengan bertemu user langsung ini kemungkinan besar kita bisa mendapatkan barang yang jauh lebih murah, tergantung proses negosiasi yang Anda lakukan. Jika Anda bertemu dengan user yang memang mencari mata pencahariannya disini alias pedagang, mungkin proses negosiasi yang dilakukan akan berjalan cukup alot.
Misalkan saja Anda sedang berencana ingin membeli sebuah VGA Card untuk bermain game terbaru saat ini, namun budget yang dimiliki hanya berkisar antara 1,5 – 2 juta maksimum. Jika Anda memutuskan untuk membeli VGA card dengan budget tersebut di toko, mungkin Anda baru bisa membawa pulang VGA seperti GTX 600 ataupun Radeon HD 7000 series kelas mainstream. Tapi, dengan sedikit effort dan juga “hoki”, menggunakan budget tersebut bisa saja Anda membawa pulang graphics card satu kelas diatasnya dengan kondisi 2nd. Bekas? Kenapa tidak! Eits! Tapi jangan asalmurah saja lalu Anda langsung memutuskan untuk bertransaksi terburu-buru, karena untuk berbelanja online seperti ini cukup banyak hal yang perlu Anda ketahui sebelumnya. Karena itu penulis akan memberikan beberapa tips dan trik sebelum Anda memutuskan untuk berbelanja pada fasilitas FJB ataupun website belanja yang ada di Indonesia.

Utamakan membeli barang 2nd yang masih bergaransi.

Membeli barang bekas bukan berarti Anda tidak akan mendapatkan perlindungan garansi sama sekali. Walaupun garansi yang akan kita dapatkan mungkin tidak akan secara penuh seperti membeli barang baru ditoko, tetapi setidaknya kita mendapatkan jaminan jika barang 2nd yang akan kita belitersebut bukanlah barang rusak.
Jikapun barang 2nd yang Anda akan beli sudah lewat dari masa garansi resmi, mintalah kepada penjual untuk memberikan garansi personal. Hindari penjual yang tidak mau memberikan garansi personal ini, atau disebut dengan istilah gambling, biasanya berlaku pada penjual barang-barang BM (BlackMarket).

Tanyakan garansi seperti apa yang bisa diberikan penjual kepada kita.

Pada umumnya saat kita membeli barang bekas sang penjual akan memberikan kita garansi personal, yaitu garansi yang bisa diberikan kepada calon pembeli diluar garansi resmi, penjual menjamin barang yang dijualnya secara pribadi untuk beberapa waktu, jika barang yang dibeli tersebut mengalami permasalahan selama jangka waktu yang ditentukan maka penjual wajib bertanggung jawab secara penuh atas barang yang dijualnya tersebut.
Ada juga penjual yang hanya memberikan garansi resmi sesuai dengan garansi yang diberikan pabrik ataupun toko aslinya. Pastikan barang yang kita beli memiliki bon/nota pembelian asli ataupun segel dari barang yang akan Anda beli tersebut masih utuh, untuk keperluan klaim garansi jika diperlukan.

Cek kredibilitas penjual.

“Cendol berderet” alias reputasi yang dimiliki pada status sebuah akun di forum internet sama sekali tidak menjamin jika penjual tersebut merupakan penjual yang baik. Cara paling efektif untuk melihat seberapa kredibel seorang penjual adalah dengan melihat history thread atau seberapa banyak barang yang pernah dijualnya dan tingkat kepuasan pembeli sebelumnya (testimonial asli), cek nomer kontak yang diberikan penjual apakah konsisten dengan nomer kontak penjual pada history thread yang pernah dilakukan sebelumnya.
Lalu bagaimana dengan para penjual newbie yang mungkin saja berniat jujur berjualan, namun belum memiliki history transaksi sebelumnya?

RekBer atau CoD! Else? Cari penjual lain!

Gunakan jasa “Rekening Bersama” yaitu penyedia jasa yang dipercaya untuk  menengahi antara penjual dan pembeli yang akan melakukan transaksi. Pilihlah penyedia jasa yang sudah cukup dikenal lalu sepakati RekBer yang dipilih tersebut dengan penjual, biaya jasa RekBer ini cukup bervariatif, mulai dari yang “cuma-cuma” alias gratis, 5 ribu rupiah, 10 ribu rupiah, dan diatasnya lagi tergantung dari jumlah transaksi yang dilakukan, charge yang dikenakan tersebut tergolong sangatmurah jika dibandingkan dengan kecemasan yang harus Anda alami saat barang yang dibeli belum juga diterima bukan?
Jika penjual menyatakan keberatan karena alasan rumit, butuh uang cepat, dll. Maka pilihan yang tersisa adalah CoD atau Cash on Delivery, setelah harga yang ditentukan disepakati, buat janji dengan penjual untuk bertemu disuatu tempat untuk melakukan transaksi. Setelah bertemu dengan penjual, cek secara seksama dan detail dari barang yang dijual tersebut, pastikan tidak ada cacat ataupun kekurangan dari barang yang dijual tersebut, jika memang terburu-buru, selalu minta garansi personal dari penjual tersebut untuk menjamin kondisi barang.

Jangan tergiur hanya dengan harga murah!

Kesalahan fatal yang sering dilakukan calon pembeli adalah, “Gelap Mata” melihat iklan suatu barang yang dijual dengan harga sangat murah, dan langsung melakukan transaksi tanpa pikir panjang. Walaupun terdengar bodoh untuk tipuan klasik yang menawarkan harga barang yang “tidak logis” murahnya tersebut, ternyata masih cukup banyak para pemula yang baru mengenal FJB melalui internet ini masuk “perangkap” penipu seperti ini. Beberapa penipu yang sering melakukan modus ini biasanya memiliki ciri-ciri seperti berikut:
  • Join date tergolong sangat baru, tanpa history penjualan satupun.
  • Menjual barang yang termasuk “Hot Item” atau barang yang sedang banyak dicari orang, namun dengan harga yang “tidak logis” murahnya.
  • Iklan yang ditulis terkesan text book, dan memberikan gambar produk bukan miliknya sendiri.
  • Menolak untuk menggunakan fasilitas RekBer dan tidak mau bertemu langsung untuk bertransaksi dengan cara CoD. Cukup dengan dua alasan tersebut saja, penulis sarankan untuk menghindari penjual seperti ini.
  • Menjual barang “BM” alias Barang Mimpi, yaitu barang Blackmarket yang dikatakan berada diluar pulau (Batam biasanya) dengan harga sangat murah.
Selain ciri-ciri diatas, saat ini juga cukup banyak kasus penipuan dengan melakukan phishing/hacking akun penjual yang sudah dipercaya sebelumnya. Cara untuk menangkalnya? Seperti yang penulis sebutkan sebelumnya, RekBer atau CoD!

Sabar, dan terus hunting menggunakan fasilitas search.

Mencari barang bekas tentu saja tidak semudah membeli barang baru dari toko, ketersediaan barang yang kita inginkan belum tentu selalu ada dan memang benar-benar bergantung dari tingkat keberuntungan yang kita miliki. Hal yang bisa kita lakukan adalah dengan terus melakukan hunting dari barang yang kita inginkan tersebut menggunakan fasilitas search yang disediakan, jangan lupa untuk selalu menggunakan kata kunci yang tepat agar barang yang kita cari tersebut dapat ditemukan dengan mudah. Jika memang mendesak, Anda dapat membuka iklanpencarian alias WTB (Want To Buy).

Gunakan fasilitas asuransi dan packing kayu saat pengiriman.

Faktor 3rd party dari jasa pengiriman inilah yang biasanya sering diabaikan oleh para penjual maupun pembeli online. Apabila Anda membeli barang berharga atau barang elektronik, penulis sarankan untuk selalu sisihkan budget belanja Anda untuk fasilitas asuransi dan juga packing kayu untuk keamanan barang tersebut. Kita tidak pernah tahu bagaimana cara kurir pengiriman tersebut menghandle barang milik kita.
Penulis juga pernah mengalami pengalaman buruk saat mengirimkan sebuah motherboard untuk pembeli diluar pulau, saat barang diterima dilaporkan oleh pembeli jika beberapa komponen seperti kapasitor dan backpanel dari motherboard tersebut terlepas, entah mungkin karena “terguncang” saat pengiriman atau human error lainnya. Jadi yang bisa penulis sarankan adalah, safety first!

Periksa kondisi barang saat diterima.

Jika Anda kebetulan melakukan transaksi dengan metode CoD, usahakan lakukan transaksi pada siang hari (cuaca cerah) pada ruangan terbuka dibawah matahari langsung, karena pada kondisi tersebut fisik dari suatu barang akan terlihat dengan sangat jelas tingkat kemulusan kosmetiknya, metode ini dapat diterapkan saat Anda membeli barang seperti gadget, smartphone, laptop dan lainnya.
Selain kondisi luar dari fisik barang, yang terpenting periksa juga kesehatan barang yang akan kita beli tersebut, bisa dengan berbagai macam metode, misalnya untuk smartphone bisa menggunakan “kode rahasia” untuk melakukan cek berbagai hardware didalamnya seperti layar, speaker, wifi, gps, dan lainnya. Kode rahasia ini memang unik untuk setiap smartphone, dapat Anda cari menggunakan fasilitas search di google, seharusnya setiap smartphone memiliki kode seperti ini. Sedangkan untuk barang seperti hardware komputer, dapat Anda lakukan pengecekan dengan berbagai software penguji kestabilan, cek juga suhu rata-rata dan maksimum dari hardware yang kita beli tersebut. Jika semua “OK” segera kabari penjual, dan jangan lupa untuk memberikan positif feedback ataupun testimonial untuk penjual.

0 Response to "Tips Berbelanja Hardware PC"

Post a Comment